Apa itu Food Safety Management System ?

Sistem manajemen keamanan pangan ini sangat diperlukan untuk industri pangan. Sistem manajemen keamanan pangan tidak hanya dikhususkan pada produk pangan yang di konsumsi manusia, namun sistem manajemen keamanan pangan berlaku juga pada produk yang digunakan untuk hewan dan tumbuhan.

Bahkan tidak hanya berlaku pada produknya saja namun juga berlaku pada packagingnya guna menjamin tidak ada kontaminasi terhadap isi atau produk didalam yang bisa berdampak negative pada saat dikonsumsi.

Penerapan Food Safety Management System (FSMS) adalah suatu pendekatan terstruktur dan terorganisir yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan di industri makanan untuk memastikan keamanan, kebersihan, dan kualitas makanan yang dihasilkan. FSMS membantu dalam mengidentifikasi, mengendalikan, dan memantau bahaya yang terkait dengan makanan sepanjang rantai pasokan, mulai dari produksi hingga konsumsi akhir.

Adapun Tahapan Penerapannya :

  1. Langkah Pertama – Penerapan GMP (Good Manufacturing Practice) disetai konsep Layout yang baik dan benar.
  2. Langkah Kedua – Penerapan PRP (Pre Requesite Programme) dan OPRP (Operational Pre Requesite Programme) yang disertai konsep SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure)
  3. Langkah Ketiga – Penerapan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point)
  4. Langkah Keempat – Penerapan ISO 22000 (Sistem Manajemen Keamanan Pangan)
  5. Langkah Kelima – Penerapan FSSC 22000 (Food Safety System Certification 22000)

Dari 5 langkah diatas, maka masing-masing dapat dijelaskan bahwa Pelaku Bisnis dapat menerapkannnya sesuai kebutuhan.

untuk informasi lebih lanjut mengenai Food Safety Management System, anda bisa mengikuti training ISO 22000 Food safety Management System, training HCCP, training FSSC 22000 dan training GMP. Jika anda dan perusahaan anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan kami, hubungi dan konsultasi hal tersebut di sini.

Manfaat Penerapan Food Safety Management System

  1. Proses Terkontrol dan Terkendali
  2. Mencegah kontaminasi produk, pencampuran dan kesalahan
  3. Mampu telusur seluruh rangkain proses (untuk memudahkan pencarian bukti proses apabila terjadi komplain/ ketidaksesuain proses)
  4. Menjamin keamanan produk yang dihasilkan industri
  5. Meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan / Pihak III/ Pemerintah
  6. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi organisasi
  7. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (tingkat ketelitian karyawan)
  8. Menjamin sistem perbaikan yang berkesinambungan
  9. Sebagai media untuk pengambilan keputusan yang faktual
  10. Menurunkan faktor resiko terhadap produk yang dihasilkan (meningkatkan keamanan produk)

Kesimpulannya

Penerapan Food Safety Management System (FSMS) adalah suatu sistem yang vital dan tak terpisahkan dalam industri makanan untuk memastikan keamanan, kebersihan, dan kualitas makanan yang dihasilkan. Dengan menerapkan FMSM, organisasi dapat memenuhi standar keamanan pangan yang ketat, meminimalkan risiko kontaminasi atau bahaya pada makanan, serta membangun kepercayaan konsumen terhadap produk-produk yang dihasilkan.

Informasi lainnya :

Instagram : trainingmitraprima

Facebook : mitra prima

Website : training.mitra-prima.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *